Badan Kesbangpol Riau Gelar Monitoring dan Evaluasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026
PEKANBARU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau
menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengukuran Indeks Harmoni
Indonesia (IHaI) Tahun 2026 secara virtual di Ruang Riau Command Center (RCC)
Provinsi Riau, Kamis (9/7/2026).
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP, M.Si,
didampingi Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan
Organisasi Kemasyarakatan, Lil Fadly Jamil, S.STP, M.Si, serta diikuti
oleh seluruh Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
Dalam arahannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi
Riau menjelaskan bahwa pelaksanaan Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia Tahun
2026 merupakan tindak lanjut atas Surat Direktorat Jenderal Politik dan
Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri tertanggal 12 Juni 2026.
Menurutnya, pengukuran IHaI tahun ini dilakukan
secara komprehensif melalui empat dimensi, delapan variabel, dan 40 indikator
sebagai instrumen untuk mengukur tingkat harmoni masyarakat di setiap daerah.
"Pelaksanaan IHaI Tahun 2026 mencakup empat
dimensi utama dengan bobot penilaian yang telah ditetapkan, yaitu Dimensi
Ekonomi sebesar 30 persen, Dimensi Keberagaman atau Religius 25 persen, Dimensi
Sosial 23 persen, dan Dimensi Budaya 22 persen," jelas Boby.
Ia menambahkan, survei IHaI melibatkan berbagai
unsur masyarakat secara inklusif agar hasil yang diperoleh benar-benar
mencerminkan kondisi di lapangan. Responden berasal dari berbagai latar
belakang profesi, seperti wirausahawan, petani, buruh, pekerja swasta, Aparatur
Sipil Negara (ASN), tenaga honorer, anggota TNI/Polri, dosen, guru, mahasiswa,
pelajar, hingga profesi lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Boby Rachmat juga
menyampaikan evaluasi pelaksanaan IHaI Tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi,
hanya Kabupaten Indragiri Hulu yang berhasil memenuhi target kuota responden,
sehingga pada tahun ini diharapkan seluruh kabupaten/kota dapat meningkatkan
partisipasi masyarakat.
"Kami berharap pelaksanaan IHaI Tahun 2026
mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh
pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat bergerak bersama untuk memenuhi
target responden sehingga hasil pengukuran semakin representatif,"
ujarnya.
Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi hingga 9
Juli 2026, jumlah responden pengisian e-Survei IHaI Provinsi Riau telah
mencapai 48.654 responden.
Adapun capaian masing-masing daerah meliputi
Kabupaten Bengkalis sebanyak 15.276 responden, Rokan Hulu 10.719
responden, Indragiri Hulu 5.487 responden, Indragiri Hilir 3.943
responden, Kota Pekanbaru 3.305 responden, Kepulauan Meranti 1.831
responden, Siak 1.735 responden, Kampar 1.555 responden,
Kuantan Singingi 1.302 responden, Kota Dumai 1.291 responden,
Pelalawan 1.135 responden, dan Rokan Hilir 1.074 responden.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau menegaskan
bahwa setiap kabupaten/kota ditargetkan memperoleh sedikitnya 700 responden
yang memenuhi kriteria pengukuran dengan memperhatikan keterwakilan profesi dan
pemerataan wilayah domisili di setiap kecamatan.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut,
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesbangpol Riau telah mengirimkan surat
kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Riau agar menyukseskan
pelaksanaan pengisian e-Survei IHaI yang berlangsung sejak 17 Juni hingga 17
Juli 2026.
"Kami akan terus melakukan monitoring dan
koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar target pengisian survei dapat
tercapai serta menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penguatan kebijakan
dalam membangun harmoni masyarakat di Provinsi Riau," tutup Boby. (Salm)