Badan Kesbangpol Riau Gelar Rakor Bahas Isu Aktual 2026, Paskibraka, dan Indikator Kinerja Utama
Pekanbaru – Badan Kesatuan Bangsa
dan Politik Provinsi Riau melaksanakan Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan
Politik Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau pada Senin, 9 Februari 2026, pukul
08.30 WIB sampai selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Badan Kesbangpol
Provinsi Riau. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Nomor B/58/000.7/BKBP/2026 tanggal 4
Februari 2026 tentang Permintaan Peserta Rakor Kesbangpol Kabupaten/Kota
se-Provinsi Riau.
Rapat dipimpin oleh Kepala Badan
Kesbangpol Provinsi Riau, Boby Rachmat, S.STP, M.Si, dengan agenda Rapat
Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau serta
pembahasan isu-isu aktual tahun 2026, Paskibraka, dan Indikator Kinerja Utama
(Harmoni dan IDI). Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Siti Amanah
sebagai pembawa acara, Desi sebagai pemimpin lagu, dan Efendi sebagai pemandu
doa.
Dalam rapat dibahas sejumlah isu aktual, antara lain rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial, penyebaran ideologi dan paham IRET, tahapan pembentukan Paskibraka, sinergi mitigasi dan pendekatan kewaspadaan dini kamtibmas, serta penguatan Timdu pengawasan ormas. Selain itu dibahas pula penguatan deteksi dini berbasis intelijen, pemetaan kerawanan dan aktor secara dinamis dan berkelanjutan, penguatan penggalangan dan early engagement, sinkronisasi komunikasi publik lintas sektor, serta penguatan koordinasi kewaspadaan dini. Rapat juga menyinggung kondisi pengungsi Rohingya saat ini.
Paparan dari Direktorat Intelkam
Polda Riau menyampaikan kalender kamtibmas Februari 2026 yang meliputi Hari
Pers Nasional, Peringatan Pembela Tanah Air, Perayaan Tahun Baru Imlek, awal
Bulan Ramadhan, Hari Kepanduan Sedunia/Pramuka, pertandingan PSPS Pekanbaru vs
Garudayaksa FC, dinamika Kerjasama Operasional (KSO) PT Agrinas, serta perusahaan
terdampak penertiban kawasan hutan. Selain itu disampaikan pula prakiraan cuaca
di Provinsi Riau dan antisipasi bencana seperti banjir, pemetaan daerah rawan
banjir dan longsor, peran Polri dalam penanganan bencana, fluktuasi harga
bapokmas, serta perhatian terhadap objek wisata masyarakat pada libur Idul
Fitri 1447 H.
Dalam sesi pembahasan, Kabid Ideologi menyampaikan bahwa Paskibraka merupakan program utama dan pada tahun 2025 utusan yang disampaikan ke provinsi hanya sekitar 40 persen yang memenuhi persyaratan. Kabid Wasnas menyampaikan bahwa rencana aksi konflik sosial Kabupaten/Kota perlu dikoordinasikan kembali agar lebih baik. Kabid Ketahanan Ekonomi menyampaikan terkait Indeks Harmoni yang akan dikoordinasikan dengan FPK, FKUB, dan FKDM, serta menyampaikan terkait pelayanan Sipakic dan pengawasan ormas agar memaksimalkan monitoring internal dan Timdu.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten
Indragiri Hilir menyampaikan koordinasi dan konsultasi terkait Paskibraka
khususnya tim seleksi, kondisi konflik yang telah diredam, perlunya penjelasan
terkait pengawasan ormas, kondisi harga kelapa, serta bahwa FPK dan FKUB telah
diperbarui dan akan segera dikukuhkan. Kepala Badan Kesbangpol Kota Dumai
menyampaikan kondisi wilayah yang berdekatan dengan luar negeri dan terbuka
terhadap akses jalan, isu narkoba, konsesi lahan seluas 1.514 hektare,
permasalahan rumah ibadah, sekolah yang terpapar lahan PHR, pengawasan orang
asing, serta penyampaian bahwa Sipacik terkait ormas dapat dikolaborasikan
dengan kabupaten/kota dan provinsi.
Perwakilan Badan Kesbangpol Kabupaten Bengkalis menyampaikan bahwa isu-isu aktual mirip dengan Kota Dumai, perlunya perhatian terhadap ormas terutama di Kecamatan Mandau, rencana aksi Timdu PKS yang belum maksimal, serta kondisi anggaran Paskibraka yang dibahas bersama TAPD. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hulu menyampaikan konflik terkait TNTN, relokasi oleh PKH, konflik lahan dengan masyarakat dan perusahaan, keterlibatan FKUB, FKDM, dan FPK dalam penilaian Indeks Harmoni, serta tahapan pendaftaran Paskibraka yang telah dibuka dan dikoordinasikan dengan pelatih.
Sekretaris Kesbangpol Siak
menyampaikan terkait konflik dan bahwa tahapan Paskibraka akan dimulai pada
minggu berikutnya, serta hal lain yang hampir sama dengan kabupaten/kota
lainnya termasuk hibah kepada FPK dan FKUB. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten
Pelalawan menyampaikan rencana penggunaan Paskibraka tahun lalu, perlunya
penyeragaman pembacaan detik-detik proklamasi, penguatan Timdu Ormas, kondisi
ormas menjelang pemilu dan pilkada, penilaian harmoni, serta konflik sosial
yang juga berkaitan dengan TNTN dan konflik gajah.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten
Rokan Hilir menyampaikan penerapan sistem penerimaan calon Paskibraka sesuai
ketentuan, penggunaan aplikasi Simdra, serta isu aktual terkait peredaran
narkoba, kondisi jalan lintas yang rawan kemacetan dan kecelakaan, serta
penyakit masyarakat di kalangan pelajar. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten
Kuantan Singingi menyampaikan konflik lahan, konflik PETI, serta pengukuran
Indeks Harmoni. Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru menyampaikan kondisi pengungsi
Rohingya dengan jumlah 1.325 orang. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Rokan
Hulu menyampaikan terkait Paskibraka, konflik perbatasan, pembentukan kembali
kepengurusan ormas, FKUB, FKDM, dan FPK, serta konflik bongkar muat antara
beberapa perusahaan.
Sebagai hasil pembahasan, rapat
menyepakati bahwa Paskibraka akan dibahas dalam rapat khusus untuk menyamakan
persepsi. Rekomendasi calon Paskibraka diharapkan berasal dari kepala daerah
agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Terkait pengungsi,
disepakati akan terus dilakukan komunikasi dan pelaksanaan rapat koordinasi
satu bulan sekali. Selain itu, akan dibuat grup WhatsApp baru sebagai sarana
komunikasi untuk kelancaran tugas. Kesbangpol berharap dapat membawa daerah
untuk berbuat lebih baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing.